Tuesday, August 30, 2011

Idul Fitri, Astronomi dan Navigasi

Untuk sesaat mari kita kesampingkan masalah penentuan 1 Syawal tahun ini dan merunut kembali pendekatan "logis" perhitungan penanggalan Hijriyah dan sejarahnya. Penanggalan Hijriyah adalah "lunar calendar". Artinya penanggalan berdasarkan posisi bulan terhadap pengamat di bumi. Mengapa bulan diambil sebagai patokan perhitungan waktu? Alasannya sederhana, karena posisi bulan relatif mudah di amati dan presisi pengamatan yang cukup akurat sekalipun tidak menggunakan alat bantu. Hal tersebut adalah salah satu alasan peradaban masa lalu menggunakan bulan sebagai patokan. Selain itu, efek dari posisi bulan dapat diamati secara tidak langsung melalui pasang-surut air laut di daerah pesisir.

Penanggalan pada dasarnya adalah pengamatan benda langit, jadi subjek ini merupakan bagian dari ilmu astronomi. Astronomi dapat kita temui pada peradaban masa lalu karena penentuan waktu (penanggalan) merupakan bagian yang penting dari sebuah peradaban. Untuk menentukan hari2 yang penting dan hal-hal lain yang bersifat ritual, penanggalan sangat penting. Hal itu menyebabkan ilmu astronomi selalu berkembang di tempat-tempat dengan peradaban maju.

Kegunaan lain dari ilmu astronomi adalah dalam hal navigasi. Terutama navigasi di laut. Bintang-bintang tertentu mempunyai posisi yang berubah terhadap horizon tergantung posisi kita di bumi (posisi terhadap garis lintang dan bujur). Misalnya, posisi bintang "Polaris" bergerak mendekati horizon jika kita bergerak dari belahan bumi utara ke arah equator. Selain itu, pengamatan terhadap bulan dapat menjadi alat bantu perhitungan waktu untuk kapal-kapal yang berada di laut pada malam hari.

Sekarang, apa hubungan antara astronomi, navigasi dan idul fitri? Hubungannya ada pada pengukuran yang akurat terhadap posisi benda langit terhadap horizon. Salah satu alat (tanpa mekanisme digital dan bantuan satelit) yang paling akurat dalam menentukan posisi benda langit terhadap horizon adalah sextant (http://en.wikipedia.org/wiki/Sextant). Sextant adalah alat navigasi yang ditemukan pada abad ke-18 (http://www.mat.uc.pt/~helios/Mestre/Novemb00/H61iflan.htm).Alat ini digunakan untuk pengamatan benda langit dengan akurat untuk membantu navigasi di masa lalu sebelum GPS ditemukan dan saat ini digunakan sebagai back-up untuk navigasi global sebab tidak membutuhkan suplai listrik dan tetap berfungsi jika satelit GPS mati/tidak dapat dihubungi.

Sextant dapat mengukur posisi benda langit terhadap horizon dengan akurat. Sehingga selain untuk navigasi, sextant juga dapat digunakan untuk membantu perhitungan penanggalan. Jika langit dalam keadaan mendung, sextant dapat melakukan pengukuran dengan menggunakan "artificial" horizon yang "built-in" pada alat tersebut.

Penentuan hilal pada penanggalan Hijriyah, adalah penentuan posisi bulan terhadap horizon (CMIIW). Di luar dari kontroversi berapa derajat kah yang "valid" (government-ego excluded), sextant dapat digunakan jika seandainya kita berada di tengah laut pada saat mendekati idul fitri untuk membuat keputusan sendiri di luar dari pengaruh pemerintah. he..he..he..



Selamat Idul Fitri :-)
Post a Comment

No comments: